Tari Saman Pencerminan Kekompakan Dan Kebersamaan

Salah satu dari sekian banyaknya jenis tarian yang sangat terkenal dari Aceh adalah tari Saman.

Pada awalnya tari Saman digunakan sebagai media penyampaian pesan.

Tarian Saman sendiri bisa berarti pencerminan dari pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

Aceh (Nanggroë Aceh Darussalam) merupakan salah satu provinsi paling barat diujung utara pulau Sumatera.Memiliki sumber daya alam yang melimpah (minyak bumi dan gas alam), alam yang indah dan kesenian yang beragam serta Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Tari Saman dimainkan oleh para penarinya dengan jumlah belasan atau puluhan, dan anehnya jumlah para penari harus ganjil.

Memiliki gerakan yang kompak, para penari saman dapat bergerak serentak mengikuti irama musik yang harmonis. Gerakan-gerakan teratur itu seolah digerakkan oleh satu tubuh, terus menari dengan kompak, mengikuti dendang lagu yang dinamis.

Tarian ini di namakan Saman karena diciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo.

Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane.

Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman :

Tepuk tangan dan tepuk dada.

Kostum atau busana saman terbagi atas tiga bagian yaitu :

Pada kepala :

  • bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies.

Pada badan :

  • baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah, bagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait, baju bertangan pendek) celana dan kain sarung.

· Pada tangan :

  • topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna, menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu.
  • Karena melalui warna menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian dan keharmonisan.

Tari Saman ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah.

Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna.

Referensi :

Aceh (http://id.wikipedia.org)

Tari Saman (http://id.wikipedia.org)

Youtube Video (Tari saman (Indonesian dance))

 

This entry was posted in Budaya Nasional and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s